JAXEE Pandan

JAXEE 
adalah simbol kemandirian,
semangat untuk bangkit dari ketertinggalan
dan bersama-sama menuju yang lebih baik.

Weissss ...
Keren kan bro ...
Itu bukan kata-kata saya
melainkan statement dari mas Otto selaku owner JAXEE

Mengapa mas Otto berani memberikan klaim seperti itu?
Ada alasannya dan bukan sekedar omongan tanpa isi.
Ini yang beliau ungkapkan :
"Setiap produk kami dikerjakan secara detail lewat hati dan semangat yang sama
untuk menghasilkan produk-produk berkualitas, unik dan berdaya guna"





Itulah mimpi yang digantungkan di langit tinggi oleh JAXEE
Diiringi upaya dan doa tiada henti
Dan ini menjadi kesan tersendiri buat saya pribadi
Karena "proses" adalah sesuatu yang sangat saya hargai
(Eh ... kok kayak puisi ... Hihihi)

Apapun pernyataan saya ...
Anda yang berhak menilai produk JAXEE
Silakan cermati foto-foto di bawah ini


  


  


Mas Otto, panggilan "sayang" untuk laki-laki kelahiran Blora yang punya nama panjang Suwoto,
adalah sosok kreatif di balik JAXEE.
Beliau menikah dengan seorang wanita aseli Kebumen.
Sehingga gak usah ditelusur lebih jauh,
mengapa mas Otto sekeluarga berdomisili di Kebumen sejak 2010.

Mas Otto melihat potensi dan peluang bisnis di sekitar tempat tinggal beliau.
Yang dimaksud adalah anyaman pandan yang juga punya panggilan sayang "complong"
Hahaha ...

Beliau kemudian menjadi pengepul kecil dengan membeli anyaman para tetangga.
Membeli dengan sistem barter, anyaman ditukar dengan kebutuhan sehari-hari.
Mas Otto menjual anyaman tersebut ke Gombong .

Seiring waktu relasi beliau bertambah banyak
Tahun 2014 beliau menemukan mitra bisnis anyaman dari Tasikmalaya dan Yogyakarta,
sehingga mas Otto pun mulai merangkul pengepul kecil dan beliau sebagai pengepul utama.
Saat itu produk yang dijual masih sebatas bahan setengah jadi.
 .
Pertengahan 2016 kondisi kurang bersahabat harus dihadapi mas Otto
Pasar sepi, stok dagangan menumpuk dan rusak.
Beliau memutar otak untuk mengambil langkah solutif.

Idepun diperoleh dengan cara membuat produk jadi
dengan harapan bisa meminimalisir kerugian dan menjaga kondisi pengrajin supaya tetap bekerja.
Kendala juga mulai diurai satu per satu ...
Mulai dari segmen pasar yang dibidik, keterbatasan sumber daya manusia dan peralatan

Beliau merasa perlu untuk menggandeng teman sebagai team produksi.
Diawali dari lampu petromaks disamping tas yang memang sudah punya market sendiri,
selanjutnya muncul berbagai kreasi sesuai permintaan pasar atau ide pribadi.
Hingga beliau seolah tersadar, bahwa produknya harus memiliki brand.






JAXEE adalah merk yang terpilih
Anda gak tau artinya ...? Hadeeeeh ... sama dengan saya ... Hahaha

JAXEE adalah satu jenis pandan yang digunakan sebagai material anyaman.
Adapun jenis pandan antara lain : jaxee, pudak, pandan sari, dll
Saat saya tanya ... mengapa JAXEE ?
Ini jawaban beliau :
"Karena nama yang lain selain kurang keren,
juga sudah melekat dengan ibu-ibu PKK seperti pandan sari
Hee Hee  ...."

Saat ini mas Otto merangkul masyarakat sekitar
dan mewadahi mereka dalam "kelompok usaha bersama"
yang bertujuan untuk peningkatan pendapatan masysrakat sekitarnya.
Selain itu juga diproyeksikan menjadi team produksi JAXEE
untuk persiapan kebutuhan produksi ke depan dengan sistem bagi hasil dengan kelompok.
(Kereeeeeeeeeen mas Oto ... keep survive ... )

Penasaran dengan produk JAXEE ?
Yuk langsung hubungi :

Call / SMS /WA : 0838 6349 1618 ; 0813 1060 0310.
Facebook : jaxee anyaman pandan
Instagram : jaxee_anyamanpandan
Email : jaxee.kreasianyaman@gmail.com
Alamat  : Karang Gayam RT2/RW7 Dukuh Mbatur, Kec.Karang Gayam, Kab. Kebumen.






Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Give us your opinion