Mengejar Matahari I

Mengejar matahari ...
Ya ... Mengejar matahari adalah kegiatan yang dulu rutin saya lakukan
Sudah lamaaaaaaa sekali

Mengejar matahari kala terbit, juga mengejar matahari kala tenggelam
Entah ... ada sensasi yang beda ... melihat pergantian hari
Kala matahari terbit di ufuk timur atau tenggelam ke ufuk barat

Tulisan ini saya bikin bertahap, karena terlalu banyak dokumentasi bertahun lalu yang harus saya bongkar
Maklum sudah cukup banyak hari terlewati 😊
Termasuk tulisan pertama ini
Kejadian sudah 7 tahun lalu, tepatnya 2 Mei 2010.

"Perjuangan" terberat adalah mengejar matahari terbit
Setidaknya bangun sebelum subuh, jangan berpikir untuk mandi, persiapan secepat kilat
Langsung tancap gas ke spot yang dituju
Sholat subuh bisa di masjid yang dijumpai di perjalanan

Kali ini yang dituju adalah CANDI PLAOSAN di timur Yogya
Salah satu dari sedikit candi Budha di tengah "kerimbunan" candi Hindu
Singkat cerita ... saya pilihkan salah satu koleksi foto yang saya punya


Saya tidak ingin "terjebak" menceritakan diri saya, yang mungkin tidak menarik untuk anda. Hahaha
Jadi saya lebih fokus berbagi info tentang candi ini dari Wikipedia untuk menambah khasanah pengetahuan kita dan rekomendasi destinasi wisata di sekitar Yogyakarta.

Candi Plaosan adalah sebutan untuk kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kira-kira satu kilometer ke arah timur-laut dari Candi Sewu atau Candi Prambanan. Adanya kemuncak stupa, arca Buddha, serta candi-candi perwara (pendamping/kecil) yang berbentuk stupa menandakan bahwa candi-candi tersebut adalah candi Buddha. Kompleks ini dibangun pada abad ke-9 oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada zaman Kerajaan Medang, atau juga dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno.

Kompleks Candi Plaosan terdiri atas Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Candi Plaosan Lor
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama. Candi yang terletak di sebelah kiri (di sebelah utara) dinamakan Candi Induk Utara dengan relief yang menggambarkan tokoh-tokoh wanita, dan candi yang terletak di sebelah kanan (selatan) dinamakan Candi Induk Selatan dengan relief menggambarkan tokoh-tokoh laki-laki. Di bagian utara kompleks terdapat masih selasar terbuka dengan beberapa arca buddhis. Kedua candi induk ini dikelilingi oleh 116 stupa perwara serta 50 buah candi perwara, juga parit buatan.

Pada masing-masing candi induk terdapat 6 patung/arca Dhyani Boddhisatwa. Walaupun candi ini adalah candi Buddha, tetapi gaya arsitekturnya merupakan perpaduan antara agama Buddha dan Hindu.

Candi Induk Selatan Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Sementara itu, Candi Induk Selatan dipugar pada tahun 1990-an oleh Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.

Candi Plaosan Kidul
Berbeda dari Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul belum diketahui memiliki candi induk. Pada kompleks ini terdapat beberapa perwara berbentuk candi dan stupa. Sebagian di antara candi perwara telah dipugar.

Sumber : BolehTanya
Foto yang kedua, pastinya hasil googling ... Cantik ya
Silakan jangan lewatkan kunjungan ke Candi Plaosan kalau sedang wisata ke Yogya.
Karena Yogya adalah kota yang dikelilingi sejuta candi (kata istri saya 😉)

Thank you




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Give us your opinion