Submitted by admin on Sat, 10/23/2010 - 06:54
seorang cowo datang menuju dimana saya duduk
"hai, sendiri?" sapanya, standart
saya cuma tersenyum. memang ga lihat apa sekeliling banyak orang termasuk dia
"boleh duduk?" lanjutnya sambil menatap tempat kosong di samping duduk saya
"oh silahkan" jawab saya sambil menggeser posisi duduk saya memberi ruang
dijulurkan tangannya lalu menyebut nama. saya sambut tidak terlalu antusias. saya pun turuti menyebut nama saya
(dalam hati mengapa saya begitu lugu utk menyebut nama saya yg sebenarnya. metinya saya pake nama lain kreasi sendiri.)
untung saya ngeh, kalo dia mau salaman
coba kalo saya mengira dia mau ambil camilan saya, bisa saya teriakin jambret hohoho
"senyum kamu manis" katanya sambil menoleh pada saya, dengan posisi tubuh agak maju.
saya tatap wajahnya. saya senyum.
dari caranya bicara dan ketenangan yg dia tunjukan saya tahu dia bukan pemula ... ups :P
tapi dia yang menolehkan wajahnya dengan posisi duduknya itu mengusik saya
saya tatap matanya
saya tatap wajahnya... pipinya
wwwuuuusssshhhh
adrenalin' bekerja di diri saya
hormon2 bersahutan, otak memerintahkan anggota gerak tubuh saya
fisik saya menuntut pemenuhan...
oh lalala
saya mulai menatapnya dengan cara yg tak sama seperti tadi
saya pastikan dia mengerti perubahan saya
laki2 itu menguasai keadaan
tanpa perhitungan dan perencanaaan
saya sentuh bahunya seiring dia yang mundurkan badanya utk sejajar dengan posisi saya
sebuah gerakan lain dari saya mengikuti, saya dekatkan wajah saya ke wajahnya
ya.... kamu tidak salah menduga
sebuah tindakan ekstrem sedang sy ancang2 utk lakukan
saya ingin mencium pipinya.. di tempat umum ya...
dari tatapan dan ekspresi wajahnya saya menilai dia tak menolak apa yang ingin saya lakukan
sesaat sebelum bibir saya menyentuh pipinya
ponsel miliknya berdering
saya tak bisa mengabaikan itu
nada panggil ponsel itu mengusik saya
serta merta saya pun mundur
lelaki itu pun mengerti. selanjutnya saya dengar ia mengucapkan beberapa kata pada lawan bicaranya di seberang sana, entah dimana.
tak lama mereka bicara.
saya terdiam di samping lelaki itu. tak lagi meneruskan memakan camilan saya, cukup saya pegangi.
sesaat lelaki itu selesai menjawab teleponnya.
dia menoleh pada saya. tanpa menggerakkan wajah saya meliriknya
dan menunggu apa yang akan ia ucapkan.
lalu ia berkata
"Romi dah keluar" lalu ia berdiri dan saya ikuti
kami berdua beranjak menjemput sekolah anak kedua kami.....
Sumber :
satu adegan
oleh Faver pada 26 September 2010 jam 19:20
